Sejenak Merasakan Atmosfer Kehidupan Prasejarah di Gua Leang-Leang

31 January 2020
Sejenak Merasakan Atmosfer Kehidupan Prasejarah di Gua Leang-Leang

Apabila nuansa pantai, pegunungan atau bahkan wahana permainan modern dan segudang fasilitas di tempat piknik yang ‘kekinian’ justru membuat Anda bosan, Anda harus coba menepi sejenak ke tempat ini. Ya, adalah Gua Leang-Leang yang menawarkan atmosfer kehidupan prasejarah. Seperti apa ya serunya menjelajah gua dengan jejak manusia purba di dalamnya itu? Intip yuks ulasannya.

Gua Leang-Leang adalah sebuah gua prasejarah yang ada di Kabupaten Maros, berada di lingkup Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Berjarak sekitar 40 km dari Kota Makassar, tempat ini dapat ditempuh kurang lebih dua jam saja. Anda bisa menggunakan kendaraan roda dua atau empat. Lokasi gua prasejarah itu sendiri berjarak sekitar 3 km dari Taman Wisata Bantimurung.

Sesampainya di kawasan Leang-leang,waktu seakan ‘otomatis’ kembali ke masa lalu. Bukan fasilitas modern yang akan Anda jumpai, melainkan alam rimba yang begitu alami. Gugusan tebing batu berjenis kapur atau karst menjulang di hadapan mata. Begitu kokoh, ‘tembok alam’ itu bak menjadi penyangga langit. Suasana begitu tenang, sesekali terdengar desis angin dari gemerisik pepohonan hijau yang tumbuhan hijau yang tumbuh di sekitar tebing karst itu.

Memiliki nama lengkap Taman Prasejarah Leang-leang, gua ini merupakan bagian dari ratusan gua-gua prasejarah yang ada di kawasan perbukitan Maros-Pangkajene Kepulauan (Pangkep). Di dalam gua terdapat lukisan dinding berupa telapak tangan manusia dan gambar babi rusa tengah meloncat dengan anak panah di bagian dada. Lukisan tersebut pertama kali ditemukan oleh dua arkeolog Belanda pada tahun 1950 di Gua Pettae dan Pette Kere.

Lukisan di Gua Pettae sendiri terdiri dari 5 gambar telapak tanan, satu gambar babi rusa yang meloncat dengan anak panah di dada. Selain gambar tersebut, di mulut gua yang berketinggian 8 meter dan lebar 12 meter tersebut terdapat pula alat serpih bilah dan kulit kerang. Anda yang ingin melihat peninggalan prasejarah tersebut harus melewati 26 anak tangga.

Lalu, di Gua Petta Kere yang hanya berjarak sekitar 300 meter dari Gua Pettae, terdapat dua gambar babi rusa, 27 gambar telapak tangan dan ditemukan alat serpih bilah serta mata panah. Untuk menuju gua yang mempunyai semacam teras selebar 2 meter ini, Anda harus menapaki sekitar 64 anak tangga.

Oleh karena cukup banyak anak tangga yang harus dilewati, persiapkan fisik sebelum menjelajah gua ini. Meski sejenak, berkunjung ke tempat ini akan memberikan pengalaman tak terlupakan seumur hidup. Anda akan merasakan atmosfer kehidupan di dalam gua sebagaimana manusia prasejarah menghabiskan hidupnya di sana. Tidak ada suara berisik yang mengganggu, hanya ada suara ‘alam’ dari tiupan angin dan siul burung bersautan. Syahdu sekali! (y)


Topic : Wisata Alam
Tags : , , , , , ,

Artikel Lainnya